Penulis : Val
Editor : Redaktur tvkitenews
Lahat, tvkitenews.com – Harga emas di Kabupaten Lahat cenderung turun sejak memasuki Ramadhan hingga pasca Idul Fitri 1447 Hijriah.
Isu dugaan kasus emas ilegal yang tengah ditangani Bareskrim Polri, digadang juga berdampak pada aktivitas perdagangan emas di Kabupaten Lahat.
Sebelumnya, diketahui Bareskrim Polri, melalui Dit Tipideksus menggeledah Toko Emas Semar serta sebuah rumah mewah di Surabaya dan Nganjuk pada Kamis (19/2/2026). Penggeledahan tersebut terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 25,8 Triliun dari aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) selama periode 2019–2025.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan disebut turut memengaruhi pergerakan harga emas di pasaran.
Seperti diungkapkan Alfendri, salah seorang pemilik toko perhiasan Mawar di Pasar Lematang Lahat, para pedagang kini cenderung lebih berhati hati dalam melakukan transaksi. Sebagian memilih menahan pembelian, sementara lainnya mempercepat penjualan untuk mengurangi risiko.
“Biasanya harga turun karena pengaruh global. Namun, sepertinya kasus yang menimpa salah satu pedagang emas besar di Surabaya juga berdampak. Pedagang jadi menahan pembelian karena sulit menjual kembali ke pedagang besar di ibu kota,” kata dia.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas mengalami penurunan cukup signifikan. Dari sebelumnya mencapai harga tertinggi sekitar Rp 18 juta per suku, terbaru kini turun menjadi Rp 14,3 juta hingga Rp14,8 juta per suku. Harga per gram juga melemah dari Rp 2,6 juta menjadi sekitar Rp 2,2 juta.
“Penurunan ini sudah terasa sejak awal puasa. Selain faktor kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, situasi saat ini membuat pedagang lebih selektif,” ungkap dia.
Menurut Alfendri, penurunan harga kali ini tergolong tidak biasa. Pasalnya, menjelang Lebaran harga emas umumnya cenderung stabil atau naik. Namun tahun ini, sejak bulan puasa hingga setelah Lebaran, harga terus menunjukkan tren penurunan.

Ia menambahkan, meski aktivitas jual beli emas di Lahat masih berlangsung, permintaan tidak terlalu tinggi. Masyarakat cenderung membeli emas untuk kebutuhan perhiasan menjelang Hari Raya, lalu menjualnya kembali setelah Hari Raya Idulfitri.
“Masih banyak yang menjual dibanding membeli. Untuk investasi emas saat ini memang sedang lesu,” pungkasnya.










