Reporter : Val

Editor : Redaktur tvkitenews

Muara Enim, tvkitenews.com – Keterbatasan latar belakang ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meraih prestasi gemilang. Hal inilah yang dibuktikan oleh Ahmad Al Qaustzar, pemuda asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang berhasil dinobatkan sebagai Juara dalam ajang bergengsi “Pemilihan Pemuda Berprestasi Tingkat Kabupaten Muara Enim Tahun 2025”.

Acara penganugerahan yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Muara Enim di Hotel Griya Serasan Sekundang ini, menjadi momen bersejarah bagi Al Qaustzar dan keluarganya.

Lahir sebagai anak kedua dari pasangan Bapak Ahmad Far’i dan Ibu Indriani, Al Qaustzar tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana. Namun, kesederhanaan itulah yang justru menjadi motor penggerak semangatnya. Ia mengaku, kedua orang tuanya selalu menanamkan nilai bahwa pendidikan adalah harta yang paling berharga.

“Hal yang paling saya syukuri adalah meskipun berasal dari keluarga sederhana, orang tua saya selalu mengutamakan pendidikan. Mereka meyakinkan bahwa meskipun kami tidak mewarisi harta yang banyak, pendidikan dan ilmu adalah warisan berharga yang dapat membuka jalan kesuksesan di masa depan,” ungkap Al Qaustzar dengan penuh haru, Sabtu (25/07/2026). 

Bagi pemuda ini, piala dan gelar juara bukanlah satu-satunya tujuan. Ia meyakini bahwa prestasi sejati terletak pada proses yang dilalui dengan kejujuran, kerja keras, dan doa.

“Kesuksesan adalah hasil dari usaha sungguh-sungguh, kejujuran, kerja keras yang konsisten, serta doa dan restu orang tua. Prinsip inilah yang selalu saya pegang kuat dalam setiap langkah kehidupan,” tambahnya.

Menariknya, Al Qaustzar juga memiliki pandangan sosial yang sangat merakyat. Ia sangat berpegang teguh pada pemikiran tokoh pahlawan nasional, Tan Malaka, yang berbunyi: “Bila kaum muda terpelajar merasa dirinya terlalu tinggi untuk berbaur dengan masyarakat, maka lebih baik pendidikan itu tidak pernah ada.”

Kutipan tersebut menjadi pengingat hidupnya bahwa anak dari keluarga sederhana pun harus bisa memberikan dampak besar dan bermanfaat bagi masyarakat luas tanpa bersikap sombong atas ilmu yang dimiliki.

Dalam menghadapi berbagai rintangan, Al Qaustzar selalu menyemangati dirinya dengan motto hidup, yakni “Man jadda wajada”, yang memiliki arti: “Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.”

Kisah perjuangan Ahmad Al Qaustzar ini diharapkan bisa menjadi inspirasi nyata, tidak hanya bagi pemuda di Muara Enim, tetapi juga bagi seluruh generasi muda di berbagai pelosok Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat, adab yang baik, dan doa restu orang tua, siapa pun berhak untuk sukses dan berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *