Reporter: M. Fajar Shodiq
Editor: Redaktur tvkitenews
Lahat, tvkitenews.com – Kerja keras ratusan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akhirnya membuahkan hasil membanggakan.
BPS Kabupaten Lahat berhasil meraih peringkat pertama pelaksanaan SE2026 tingkat Provinsi Sumatera Selatan, bahkan masuk dalam 20 besar secara nasional.
Capaian tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi, di sela-sela kegiatan peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 yang digelar di halaman Kantor BPS Kabupaten Lahat, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Dedi, peringatan HSN tahun ini terasa lebih istimewa bagi jajaran BPS Lahat. Pasalnya, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan hasil kerja seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SE2026.
«“HSN tahun ini sangat istimewa bagi BPS Kabupaten Lahat. Pada pelaksanaan SE2026, kita memperoleh ranking pertama di Provinsi Sumatera Selatan dan masuk 20 besar secara nasional,” ujar Dedi.»
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan BPS. Prestasi itu merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan sensus, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, perusahaan, masyarakat hingga para petugas lapangan.

«“Capaian ini tidak lepas dari kontribusi seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Lahat dalam menyukseskan SE2026. Khususnya pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, perusahaan dan para petugas,” katanya.»
Pelaksanaan SE2026 di Kabupaten Lahat sendiri melibatkan 426 petugas, terdiri dari 58 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 368 Petugas Pencacah Lapangan (PPL).
Para petugas tersebut bekerja melakukan pendataan di 360 desa dan 17 kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Lahat.
Kegiatan sensus berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Proses pendataan dilakukan secara langsung dengan menyambangi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Kabupaten Lahat.
Bagi BPS, cakupan wilayah yang luas serta beragamnya karakteristik masyarakat dan kegiatan ekonomi menjadi tantangan tersendiri. Namun, proses tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang menggambarkan kondisi ekonomi Kabupaten Lahat secara lebih aktual.
Dedi menjelaskan, salah satu output penting SE2026 nantinya akan digunakan sebagai salah satu bahan untuk melihat dan menghitung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Lahat.
Selain itu, SE2026 juga diharapkan mampu menghasilkan basis data yang memberikan gambaran lebih jelas dan mutakhir mengenai kondisi ekonomi serta keberadaan pelaku usaha di Kabupaten Lahat.
“Dengan SE2026 kita mendapatkan database dan gambaran yang jelas serta ter-update terkait kondisi ekonomi dan pelaku usaha di Kabupaten Lahat,” jelasnya.
Tidak hanya sektor ekonomi, pendataan SE2026 juga memiliki keterkaitan dengan gambaran kondisi keluarga di masyarakat.
Menurut Dedi, data terbaru tersebut diharapkan dapat turut memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat semakin sesuai dengan keadaan di lapangan.
«“Selain itu dengan SE2026 kita juga mendapatkan kondisi keluarga yang ter-update. Ini akan meng-update DTSEN kita. Semoga dengan SE ini dapat menghasilkan desil-desil yang sesuai dengan kondisi masyarakat Kabupaten Lahat,” ujarnya.»
Data Akurat untuk Pembangunan
Lebih jauh, Dedi menyebut kualitas data menjadi bagian penting dalam seluruh proses sensus.
Secara kualitas, hasil pendataan SE2026 di Kabupaten Lahat dinilai tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei rutin yang selama ini dilakukan BPS Lahat.
Hal tersebut menjadi indikator bahwa proses pendataan yang dilakukan para petugas berjalan sesuai dengan prinsip penyediaan data statistik yang berkualitas.
Bagi BPS, data bukan sekadar angka yang tersimpan dalam tabel statistik. Data menjadi dasar untuk membaca kondisi masyarakat dan perekonomian, sekaligus menjadi salah satu bahan penting dalam perencanaan pembangunan.
Karena itu, keberhasilan SE2026 di Kabupaten Lahat tidak hanya diukur dari peringkat yang berhasil diraih, tetapi juga dari seberapa jauh data yang dihasilkan mampu menggambarkan kondisi masyarakat dan dunia usaha secara faktual.
Dengan capaian peringkat pertama tingkat Provinsi Sumatera Selatan dan masuk 20 besar nasional, pelaksanaan SE2026 di Kabupaten Lahat menjadi catatan tersendiri bagi BPS Lahat.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi apresiasi terhadap kerja 426 petugas lapangan yang selama lebih dari dua bulan turun langsung ke tengah masyarakat, mendata dari desa hingga kelurahan, serta menjadi bagian dari proses membangun fondasi data ekonomi Indonesia.
Dan di balik deretan angka statistik itu, terdapat kerja panjang, ketelitian, komunikasi dengan masyarakat, serta kolaborasi banyak pihak untuk memastikan satu hal: data yang dikumpulkan hari ini menjadi pijakan bagi keputusan pembangunan di kemudian hari.












