Reporter : M. Fajar Shodiq
Editor : Redaksi tvkitenews
Lahat, tvkitenews.com – Upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan terus dilakukan oleh tempat pengelolaan sampah terpadu, TPS 3R Masda Jaya Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat. Saat ini, pihak TPS 3R Masda Jaya menjalin kerjasama dengan PT Mustika Indah Permai (MIP) dalam pengelolaan sampah perusahaan.
Herdiansyah, Ketua TPS 3R Masda Jaya, menyampaikan hal tersebut kepada awak media tvkitenews.com, saat berkunjung ke lokasi pengelolaan sampahnya di Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat.
Menurut Herdiansyah, kerjasama yang dilakukan bersifat saling menguntungkan. Dalam skema tersebut, pihaknya mengelola sampah yang berasal dari aktivitas PT MIP, untuk dipilah dan diolah sesuai jenisnya.

“Kami melakukan proses sortir terlebih dahulu, memisahkan sampah organik dan non-organik. Sampah organik kemudian digiling menjadi bubur sampah organik. Bubur ini selanjutnya kami kirim kembali ke PT MIP untuk diolah menjadi pupuk organik,” jelasnya, Kamis (05/03/2026).
Lebih lanjut dijelaskan Herdiansyah, pupuk organik yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan oleh PT MIP untuk kegiatan reboisasi di lahan kritis bekas tambang batu bara. Dengan demikian, proses pengelolaan sampah tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga berkontribusi terhadap pemulihan lingkungan.
Selain mengolah sampah dari PT MIP, TPS 3R Masda Jaya juga menerima dan mengelola sampah rumah tangga dari berbagai desa di sekitar wilayah tersebut, serta sampah dari beberapa perusahaan lainnya.

Diakui Herdiansyah, sampah juga bisa menjadi solusi dalam upaya rehabilitasi lahan bekas pertambangan batubara, dan itu keseriusannya ditunjukkan PT MIP, dengan menjalin kerjasama dengan kami.
“Kami apresiasi PT MIP aware terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari pertambangan, memang harusnya kita berkolaborasi, mencari solusi konkrit, karena pertambangan di Kabupaten Lahat ini sudah berjalan sejak lama,” ungkapnya.
Herdiansyah, yang akrab disapa Dian, menambahkan bahwa kegiatan pengelolaan sampah ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat setempat.
“Dari kegiatan ini, kami bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama kaum perempuan. Banyak di antaranya adalah ibu-ibu Single Parent yang bekerja di sini,” ungkapnya.
Saat ini, TPS 3R Masda Jaya mempekerjakan sebanyak 64 orang tenaga kerja lokal. Dari jumlah tersebut, 45 orang merupakan perempuan, bebagian besar ibu rumah tangga, sementara 19 orang lainnya adalah pekerja laki-laki.
Melalui kerjasama ini, TPS 3R Masda Jaya tidak hanya berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus mendukung upaya rehabilitasi lingkungan di wilayah bekas tambang.










