Penulis : Val

Editor : Redaktur tvkitenews

Lahat, tvkitenews.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat Dedi Fahlevi, M.Si, menjadi narasumber dalam Rapat Optimalisasi Penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pada Program Pengentasan Kemiskinan dan Bantuan Sosial yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Bukit Telunjuk Lahat, Rabu (19/02/2026). 

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lahat, Kepala Bappeda Lahat, Kepala Dinas Sosial Kab. Lahat, Kepala Dinas Kominfo Kab. Lahat, jajaran pemerintah daerah, Lurah dan Kepala Desa serta Operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) se-Kabupaten Lahat dalam rangka memperkuat sinergi pemanfaatan data untuk ketepatan sasaran bantuan sosial.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H, M.H, dalam sambutannya mengatakan, upaya pemerintah daerah dalam hal mengentaskan kemiskinan banyak hal telah dilakukan, di antaranya melakukan optimalisasi penggunaan DTSEN pada pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial tahun 2026, supaya data kemiskinan di Kabupaten Lahat benar-benar terdata dengan baik.

“Optimalisasi DTSEN ini tujuannya untuk merapikan data, untuk data itu supaya sistematis tidak tumpang tindih dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Kepala BPS Kabupaten Lahat menjelaskan bahwa berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), perlu melakukan sinkronisasi bersama Badan Pusat Statistik untuk mendukung pemutakhiran DTSEN sebagai acuan utama dalam penetapan pemberian bantuan dan/atau pemberdayaan sosial. 

DTSEN merupakan integrasi berbagai sumber data sosial ekonomi yang telah melalui proses pemadanan, verifikasi, dan pemeringkatan kesejahteraan keluarga menggunakan metode Proxy Mean Test (PMT). Ia menegaskan bahwa kualitas dan akurasi data menjadi kunci dalam meminimalkan inclusion error dan exclusion error, sehingga bantuan sosial benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak.

“Data yang akurat adalah fondasi kebijakan yang tepat. Dengan pemutakhiran berkelanjutan, ground check, serta dukungan data administrasi lintas kementerian dan lembaga, kita mendorong sistem yang semakin presisi dan transparan,” katanya. 

Selain memaparkan strategi optimalisasi DTSEN, Kepala BPS Kabupaten Lahat juga menyosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menjelaskan bahwa sensus yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali ini bertujuan memotret seluruh aktivitas usaha di luar sektor pertanian guna menyediakan data dasar ekonomi yang komprehensif.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, penguatan daya saing usaha, serta penyusunan kebijakan ekonomi berbasis data. 

“Partisipasi aktif pelaku usaha dan masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Setiap informasi yang diberikan akan menjadi kontribusi nyata untuk pembangunan ekonomi yang lebih baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, BPS Kabupaten Lahat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam pemanfaatan DTSEN sekaligus menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. 

Sinergi data sosial dan ekonomi diharapkan mampu mendorong percepatan penurunan kemiskinan serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Lahat.

Tim Humas BPS Kabupaten Lahat / 0851-7316-0403

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *