Reporter: M. Fajar Shodiq

Editor: Redaktur tvkitenews

Lahat, tvkitenews.com – Suasana haru menyelimuti acara tasyakuran purna tugas salah seorang guru SD Negeri 10 Merapi Barat, Supatmi, S.Pd. Acara yang digelar di salah satu ruang SD Negeri 10 Merapi Barat, Desa Purwosari, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, itu diwarnai isak tangis dari para guru dan keluarga besar sekolah.

Tangis haru tak terelakkan karena Supatmi bukan sekadar guru yang menyelesaikan masa pengabdiannya. Ia merupakan salah satu dari tiga guru yang menjadi bagian dari sejarah awal berdirinya SD Negeri 10 Merapi Barat.

SD Negeri 10 Merapi Barat berdiri di Desa Purwosari pada tahun 1989. Desa tersebut merupakan kawasan eks transmigrasi UPT IV Persis Senabing. Supatmi menjadi salah satu guru yang mengawali perjalanan sekolah tersebut bersama dua rekan sejawatnya, Baningsih dan Pramudwi Astari.

Kedua rekan sejawat Supatmi tersebut telah lebih dahulu memasuki masa purna tugas beberapa tahun sebelumnya. Kini, Supatmi menyusul menuntaskan masa pengabdiannya setelah puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan sekolah dan pendidikan di Desa Purwosari.

Perwakilan Komite Sekolah, Viktor Marbun, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas pengabdian Supatmi selama ini.

«“Meskipun sudah purna tugas di sekolah, kami meminta kepada Ibu untuk tetap menjadi pengajar di masyarakat. Semoga apa yang dilakukan menjadi pahala jariah bagi Ibu,” ujarnya.»

Sementara itu, dalam sambutannya, Supatmi, S.Pd menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dewan guru yang selama ini telah memberikan dukungan selama menjalankan tugas sebagai pendidik.

Kepada para anak didiknya, ia berpesan agar tetap semangat belajar dan tidak berhenti mengejar cita-cita.

“Teruslah belajar dan raihlah cita-cita setinggi mungkin,” pesan Supatmi kepada para siswa.

Kepala SD Negeri 10 Merapi Barat, Nur Agus, S.Pd, mengaku bangga dapat mengantarkan Supatmi hingga memasuki masa purna tugas.

Menurutnya, purna tugas merupakan salah satu fase yang menjadi cita-cita setiap pegawai setelah menjalankan pengabdian dalam waktu yang panjang. Supatmi kini menyusul dua rekan sejawat yang sebelumnya telah lebih dahulu purna tugas.

“Meskipun telah selesai secara administratif, harapan kami beliau tetap membersamai dan memantau perkembangan SDN 10 ini. Komunikasi dan silaturahmi semoga senantiasa tetap terjalin,” ujar Nur Agus.

Ucapan terima kasih juga disampaikan atas dedikasi Supatmi selama puluhan tahun dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mencerdaskan anak-anak Desa Purwosari dan wilayah sekitarnya.

Supatmi diketahui telah mengajar sejak masa awal Desa Purwosari berkembang sebagai kawasan transmigrasi pada tahun 1987. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1992, ia diangkat menjadi guru berstatus PNS.

Puluhan tahun pengabdian tersebut menjadikan Supatmi bukan hanya sebagai seorang pendidik, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah pendidikan di Desa Purwosari.

Tasyakuran purna tugas pun menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang tersebut. Di tengah ucapan terima kasih dan doa, terselip harapan agar hubungan kekeluargaan, komunikasi, dan silaturahmi antara Supatmi dengan sekolah serta para anak didiknya tetap terjaga meski secara administratif masa tugasnya telah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *