Reporter : Val
Editor : Redaktur tvkitenews
Lahat, tvkitenews.com – Lahan sawah yang kekeringan tidak bisa digarap, berasal dari 3 desa di Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, yakni di Desa Jati, Kuba dan Pagar Batu, akhirnya mendapat normalisasi dari pemerintah K dikatakaKabupaten Lahat.
Dikatakan Jeffran Azsyapputra, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lahat mengatakan, pihaknya telah melakukan cek lapangan, memang terdapat sedimen lumpur di bagian pintu air irigasi, dan memang debit air sungai sangat kecil, sehingga air sungai lematang tidak bisa masuk ke irigasi.
“Pemerintah telah menyiapkan langkah konkrit, berupa penanganan cepat yakni dengan melakukan normalisasi, bagian pintu air akan direkayasa dan dibentuk sedemikan rupa agar air bisa diarahkan masuk ke irigasi, dan sawah bisa digarap,” kata dia, Rabu (27/08/2026).

Lanjut Jeffran, normalisasi ini merupakan langkah cepat saja, karena kebutuhan air menjadi prioritas petani di desa itu.
“Namun untuk pembangunan penambahan irigasi direncanakan akan dilakukan tahun depan, untuk normalisasi ini merupakan langkah cepat tanggap, saya diperintahkan Bupati Lahat Bursah Zarnubi agar bisa dicarikan solusi cepatnya, dan inilah solusinya agar air cepat mengalir. Sudah ini, akan segera dikerjakan,” ujar dia.

Sementara itu, diakui Hadi Darmawan, Kades Jati, lahan 3 desa itu mencapai 148 hektar terdampak kekeringan karena semuanya mengandalkan irigasi lematang satu.
“Kami normalisasi bisa segera terealisasi agar lahan bisa kembali difungsikan dan petani bisa menanam lagi padinya, karena ini urat nadi masyarakat yang sangat penting. Karena irigasi ini menjadi satu satunya sumber air bagi areal pesawahan di 3 desa ini,” ujar dia.
Pihaknya juga sampaikan rasa syukur dan terima kasih, karena penanganan cepat dari Pemkab Lahat, melalui Dinas PUPR.
“Alhamdulilah, inilah solusi cepat yang diharapkan masyarakat, yang di inginkan memang air segera mengalir, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat kami, yang menjadikan lahan sawah mata pencarian dan sumber terbesar pangan bagi masyarakat di 3 dsaa ini,” tuturnya.












