Reporter : Fajar

Editor : Redaktur tvkitenews

Lahat, tvkitenews.com – Kabupaten Lahat dalam beberapa hari ini, diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, tentu hal tersebut berakibat pada naiknya debit air sungai, dan terjadi banjir di beberapa tempat. Tidak terkecuali, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Merapi Barat, ikut terendam banjir. 

Menurut keterangan Mahbubah, Staf KUA Merapi Barat, kantornya yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di Desa Merapi, bersebelahan dengan Mapolsek Merapi Barat, ketika turun hujan yang lebat dipastikan akan mengalami kebanjiran.

Tidak hanya di luar ruangan saja, atau di halaman, tetapi air hujan sampai masuk ke dalam ruangan. Hal itu tentunya sangat mengganggu aktifitas dan pelayanan kantor KUA. 

“Sudah lama kantor KUA ini kalau hujan deras selalu banjir, dan itu sangat mengganggu aktifitas kami. Air masuk ke dalam ruangan, termasuk ruangan Kepala KUA, ruangan balai nikah. Semua ruangan di sini terendam banjir,” kata dia, Senin (2/02/2026).

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam Empat hari terakhir, kantornya kebanjiran, yakni sejak Jumat tanggal 30 Januari 2026, hinga Senin  2 Februari 2026.

“Hal tersebut dikarenakan posisi bangunan lebih rendah dari jalan, sementara drainase yang ada di depan KUA tidak berfungsi secara optimal. Baik karena volume drainase yang terlalu sempit maupun karena adanya sedimentasi,” ujar dia. 

Sementara itu, Kepala KUA Merapi Barat, Kamaludin Afifi, S.Sy, ketika dihubungi secara terpisah oleh media ini, membenarkan mengenai kebanjiran itu. 

“Ini sangat mengganggu aktifitas pelayanan KUA kepada masyarakat, disamping itu aset kantor KUA seperti meja, kursi dan aset lainnya cepat rusak karena sering tergenang air banjir.” tutur dia. 

Kamaludin yang juga alumni Pondok pesantren Lirboyo Kediri ini berharap, ada solusi untuk mengatasi banjir di kantor yang ia pimpin. Mengingat kecamatan Merapi Barat terkenal sebagai kecamatan kaya dengan sumber daya alam batu baranya. 

“Saya terus berikhtiar untuk mencari solusi terbaik, dalam menyelesaikan persoalan banjir ini, tentu yang paling urgen, dalam mengatasi banjir ini, adalah membuat irigasi dan meninggikan bangunan KUA, tentu ini tidak bisa dikerjakan sendirian, harus ikhtiar bersama, gotong royong seluruh stakeholder yg ada di wilayah Kecamatan Merapi Barat,” ucapnya. 

Dia juga berharap, semoga ada para dermawan, khususnya di wilayah Merapi Barat terpanggil hatinya untuk bisa membantu memberikan solusi terbaik, untuk mengatasi masalah banjir KUA Merapi Barat.

“Sehingga pelayanan keagamaan di masyarakat khususnya wilayah Merapi Barat bisa terlayani dengan baik,” terangnya. 

Terpisah, Ruspawan, seorang tokoh masyarakat Kecamatan Merapi Barat, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa se Kecamatan Merapi Barat, sangat prihatin dengan kondisi KUA Merapi Barat, yang dipastikan kebanjiran diwaktu curah hujan sedang sampai lebat.

Pihaknya sangat berharap, baik dari pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, maupun pihak swasta memikirkan hal itu. 

“Karena KUA ini merupakan sentral pelayanan keagamaan masyarakat. Bisa dibayangkan jika saat ada akad nikah di balai nikah KUA, tiba tiba hujan deras dan banjir, tentu hal itu akan sangat mengganggu. Bahkan mungkin bisa ditunda kegiatan tersebut.” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *